Booting

0 comments


Sebelum membahas urutan proses booting, ada baiknya kita mengenal arti booting itu sendiri. Booting dapat diartikan sebagai proses untuk menghidupkan komputer sampai sistem operasi mengambil alih proses
Selain itu arti BIOS pun perlu dipahami. BIOS (Basic Input Output System) adalah suatu kode software yang ditanam di dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara low-level diantara komponen hardware.

Urutan Proses Booting :
      1.       Saat komputer dihidupkan, processor menjalankan BIOS, dan kemudian BIOS melakukan POST (power-on-self test), yaitu memeriksa atau mengecek semua hardware yang ada. Kegiatan ini bisa dilakukan, jika setting BIOS benar.
      2.       BIOS akan mencari disk boot untuk menjalankan sistem operasi.
      3.       Sistem operasi berjalan dan siap digunakan.

Proses Booting ada dua macam, yaitu :
      1.       Cold booting, yaitu booting komputer dari keadaan mati.
      2.       Warm booting, yaitu booting computer pada saat komputer sudah hidup (mendapat suplai listrik)
Pada saat booting kita dapat melakukan interupsi untuk melihat/ mengatur konfigurasi BIOS. Caranya yaitu dengan menekan tombol Del atau tombol yang lain tergantung dari jenis BIOS-nya.

Setting Konfigurasi BIOS
     Ada banyak option didalam BIOS pada umumnya dibagi dalam beberapa kategori. Ex : Standard CMOS, BIOS Features, Power Management, Integrated Systems, dll.
Setiap kategori terdiri dari option-option pilihan , misalnya
      1.       Standar CMOS Setup ; konfigurasi hardware yang paling dasar seperti date, time, hd, drive, video,
      2.       Bios Features Setup ; Konfigurasi untuk tingkat lanjuntan seperti Virus warning, CPU internal Cache, External Cache, Quick Power On Self Test, Boot Sequences, dll Integrated Peripheral  ;
      3.       Advanced Chipset Features ; option untuk mengoptimalkan bagi yang expert dan professional, ada DRAM timing, CAS Latency, SDRAM cycle length, AGP aperture, AGV mode.
      4.       Integrated Peripherals ; Mengendalikan fungsi-fungsi tambahan pada motherboard seperti port serial mau pun paralel. Nonaktifkan ( disabled) saja yang Anda tidak butuhkan untuk dapat membebaskan IRQ.
      5.       PnP/PCI Configurations ; Sebaiknya pilih semua konfigurasi pada pilihan Auto, kecuali port USB atau grafik 3D yang sering membuat masalah. Bila demikian berikan interrupt tersendiri.
      6.       Load BIOS Default & Load SETUP default ; untuk mengembalikan fungis secar standar sebelum diubah-ubah.
      7.      Power  Management  Setup  ;  Semakin  canggih  mekanisme  penghematan  energi,  semakin membingungkan pilihannya manajemen power-nya. Setting yang tepat dapat menghemat uang Anda.

Contoh Flowchart di Kehidupan Sehari-hari

0 comments


     Kata "Flow Chart" mungkin tidak asing untuk mahasiswa yang berjurusan di teknik informasi atau sistem informasi bahkan untuk para programer. tetapi flowchart tentu tidak hanya untuk dipakai pada pembuatan program saja. setiap proses pembuatan sesuatu memerlukan alur Flowchart. contohnya Pembuatan KTP, Pembuatan BPKB, pembuatan SIM dan masih banyak lagi. disini saya akan memberikan contoh pembentukan alur Flowchart di kehidupan sehari hari, disini saya akan mengambil contoh pembbuatan SIM (Surat Izin Mengemudi)
Semoga Bermanfaat ^^

Anak Jalanan

2 comments

      Di jalanan kota besar maupun di kota kecil sering kali kita menemukan segerombolan anak yang  tampak sangat begitu lusuh dan patut dikasihani. Mereka biasa disebut sebagai anak jalanan atau disingkat sebagai anjal. Anjal sendiri memiliki banyak definisi, diantaranya adalah definisi dari UNICEF. Definisinya berbunyi: Street Child are those who have abandoned their homes, school and immidiate communities before they sixteen years of age, and have drifted into nomadic street life (anak jalanan merupakan anak-anak yang berumur kurang dari 16 tahun yang sudah melepaskan diri dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat terdekatnya, larut dalam kehidupan berpindah-pindah di jalan raya).

Menurut dinas sosial pemerintah daerah istimewa yogyakarta (2003) anak jalanan adalah anak yang berusia 5 – 18 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari nafkah dan atau berkeliaran di jalanan maupun ditempat – tempat umum. Yang merupakan kriteria anak jalanan adalah :
      1.       Anak ( laki-laki atau perempuan ) usia 5-18 tahun.
      2.       Melakukan kegiatan tidak menentu, tidak jelas kegiatannya dan atau berkeliaran di jalanan atau di  tempat umum minimal 4 jam/hari dalam kurun waktu 1 bulan yang lalu, kegiatannya sepaerti pedagang asongan, pengamen, ojek payung, pengelap mobil, pembawa belanjaan di pasar, dll.
      3.       Kegiatannya dapat membahyakan dirinya sendiri atau mengganggu ketertiban umum.


Sedangkan menurut Setiawan (2004) ada juga beberapa tipe anak jalanan yang ada di Indonesia yaitu :
      1.       Anak jalanan yang masih memiliki dan tinggal dengan orang tua.
      2.       Anak jalanan yang masih memiliki orang tua tapi tidak tinggal dengan orang tua.
      3.       Anak jalanan yang sudah tidak memiliki orang tua tapi tinggal dengan keluarga.
      4.       Anak jalanan yang sudah tidak memiliki orang tua dan tidak tinggal dengan keluarga

Keamanan Website Presiden

1 comments


  
   Rabu, 9 Januari 2013 sekitar pukul 09.00 WIB situs Presiden RI atau situs orang nomor satu di Indonesia telah di hack oleh sekelompok orang yang menamakan diri mereka JemberHeacker team.  Mengapa bisa situs orang nomor satu di Indonesia dir etas begitu saja? Bagai mana keamananya?

"Kalau ada yang bilang situsnya di-hack itu salah, yang benar adalah DNS-nya yang ada di luar sana (Amerika-red) yang diserang,"
dari penjelasan konsultan pembuat situs presiden Yang tidak lain Bapak I Made Wiryana atau salah satu dosen di Gunadarma University ini bisa di simpulkan bahwa sebenarnya situs ini (www.presidensby.info) telah cukup tangguh dan sulit di bobol.

Yang sebenarnya terjadi disini adalah pelaku tidak secara langsung menyerang situs ini. Melainkan menggempur Domain Name System (DNS) yang merujuk ke situs tersebut.jadi situs ini tidak ada masalah, hanya penunjuk arah ke situsnya saja yang diserang. Kejadian ini sebenarnya sudah terendus dari Texas, Amerika Serikat. Tetapi kita tidak bisa men-Judge begitu saja, bisa jadi yang melakukanya orang Indonesia tetapi memalsukan IP adresnya ke Negara lain. Hal itu biasa dilakukan untuk memblurkan jejak pelaku.

Situs presiden RI sebenarnya sudah sangat sulit untuk di bobol atau di hack, maka dari itu pelaku hanya merubah penunjuk arah ke situsnya yang di acak. Walaupun begitu suatu situs dengan domain apa saja tidak bisa menjamin 100% aman.

Source: http://inet.detik.com
http://www.vyan-programmer.net


KEPEMIMPINAN

0 comments


DEFINISI KEPEMIMPINAN

Menurut beberapa ahli sebaga berikut :

George R. Terry (1998 : 17) Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Ordway Tead (1929) Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.

Rauch & Behling (1984) Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi kearah pencapaian tujuan.

Katz & Kahn (1978) kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

Hemhill & Coon (1995) Kepemimpinan adalah perilaku dariseorang individu yang memimpinaktifitas-aktifitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal)

Richard L Daft (1999) Kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi, tetapi menjadi salah satuhal yang paling sulit untuk dipahami.

Macam – macam Tipe Kepemimpinan:

1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.

4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.

5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.

6. Tipe Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

Jika aku menjadi (pemimpin)

Jika saya menadi pemimpin mugkin saya akan menggunakan tipe pemimpin yang Demokratis. Kaena dalam tipe kepemiminan Demokratis kita menghargai potensi setiap individu. Tidak seperti Militeristik atau biasa disebut dengan Otoriter yang keras dan kepemimpinanya tunggal tidak berdemokrasi.

Source:
http://google.co.id
http://belajarpsikologi.com

Masalah Ekonomi : Pengangguran Di INDONESIA

2 comments


Nama             : Rendi Priadi Nugraha
NPM               : 15110728
Kelas              : 2ka04

Bab I

Pendahuluan

A.   Latar Belakang Masalah

     Pengangguran adalah salah satu dari sekian banyak permasalahan ekonomi di indonesia, maka dari itu saya mengambil judul PENGANGGURAN DI INDONESIA.
Pengangguran ada karena jumlah populasi yang setiap saat bertambah dengan pesat tanpa ada keseimbangan antara lahan untuk mencari kerja dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah itu. Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
Angka pengangguran di Indonesia pada 2010 diperkirakan masih akan berada di kisaran 10 persen. Target pertumbuhan ekonomi yang hanya sebesar 5,5 persen dinilai tidak cukup untuk menyerap tenaga kerja di usia produktif. "Anggaran belanja negara yang kurang dalam peningkatan infrastruktur jelas tidak bisa menekan angka pengangguran. Jenis & macam pengangguran pun ada beberapa, di antaranya adalah: Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment, Pengangguran Struktural / Structural Unemployment, Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment, dan Pengangguran Siklikal.
   Dalam makalah ini, saya akan mengulas sebagian kecil masalah pengangguran di Indonesia dan memberikan sedikit bantuan solusi yang saya harap akan membantu dalam menanggulangi masalah perekonomian pengangguran di indonesia.

B.   Identifikasi masalah

A.  Apakah yang menjadi faktor penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia?
B.  Upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah guna mengatasi masalah pengangguran 
     yang ada?
C.  Bagaimana solusi yang tepat untuk menangani pengangguran di Indonesia?

C.   Landasan Teori

a.      Pengertian pengangguran
     Penganguran adalah sebutan untuk suatu keadaan di mana masyarakat tidak bekerja. Menganggur adalah mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dalam kurun waktu seminggu sebelum pencacahan dan sedang berusaha mencari pekerjaan dan ini mencangkup mereka yang sedang menunggu panggilan terhadap lamaran kerja yang di ajukan atau sedang tidak mencari kerja karena beranggapan tidak ada kesempatan kerja yang tersedia untuk dirinya walaupun dia sanggup.

b.    Keadaan Masalah pengangguran
     Di Negara-negara berkembang seperti Indonesia, dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Oleh karenanya, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius. Lebih malang lagi, di beberapa Negara miskin bukan saja jumlah pengangguran menjadi bertambah besar, tetapi juga proporsi mereka dari keseluruhan tenaga kerja telah menjadi bertambah tinggi.
kebanyakan investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena biaya ekonominya sangat tinggi akibat masih kuatnya praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Bab II

Pembahasan                                                                                 

1.    FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA PENGANGGURAN DI INDONESIA

     Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Ada berbagai macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran, masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk sumber daya manusia. Seorang pengamat tenaga kerja dari Serang Darlaini Nasution SE mengatakan, ada tiga faktor mendasar yang menjadi penyebab masih tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Ketiga faktor tersebut adalah, ketidaksesuaian antara hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseimbangan demand (permintaan) dan supply (penawaran) dan kualitas Sumber       Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan masih rendah. Penyebab lainnya adalah kualitas SDM itu sendiri yang tidak sesuai dengan yang diharapkan di lapangan, antara lain dikarenakan penciptaan SDM oleh perguruan tinggi yang belum memadai, atau belum mencapai standar yang ditetapkan.
     Pengangguran intelektual di Indonesia cenderung terus meningkat dan semakin mendekati titik yang mengkhawatirkan. Pengangguran intelektual ini tidak terlepas dari persoalan dunia pendidikan yang tidak mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas sesuai tuntutan pasar kerja sehingga seringkali tenaga kerja terdidik kita kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. Fenomena inilah yang sedang dihadapi oleh bangsa kita di mana para tenaga kerja yang terdidik banyak yang menganggur walaupun mereka sebenarnya menyandang gelar. Salah satu penyebab pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi adalah karena kualitas pendidikan tinggi di Indonesia yang masih rendah. Akibatnya lulusan yang dihasilkanpun kualitasnya rendah sehingga tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Pengangguran terdidik dapat saja dipandang sebagai rendahnya efisiensi eksternal sistem pendidikan. Namun bila dilihat lebih jauh, dari sisi permintaan tenaga kerja, pengangguran terdidik dapat dipandang sebagai ketidakmampuan ekonomi dan pasar kerja dalam menyerap tenaga terdidik yang muncul secara bersamaan dalam jumlah yang terus berakumulasi.

2.    UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGATASI PENGANGGURAN

     Menarik para investor asing bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah jika kita berkaca pada situasi dan kondisi sekarang ini. Suhu politik yang semakin memanas, kerawanan sosial, teror bom, faktor desintegrasi bangsa,dan berbagai masalah lainnya akan membuat para investor asing enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Karena itulah maka situasi dan kondisi yang kondusif haruslah diupayakan dan dipertahankan guna menarik investor asing masuk kemari dan menjaga agar para investor asing yang sudah menanamkan modalnya asing tidak lagi menarik modalnya ke luar yang nantinya akan berakibat capital outflow.
Untuk aplikasinya ada baiknya pemerintah tetap mendata pengangguran dan kemiskinan secara tepat tanpa kepentingan apapun dan sekaligus mencari jalan keluar untuk masalah ini. Mungkin banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah mengatasi masalah pengangguran.
     Pertama, menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Keadaan politik dan ekonomi yang stabil harus terus dipertahankan agar dunia usaha baik pengusaha dalam dan luar negri merasa nyaman dalam menjalankan usahanya. Bangkitnya dunia usaha (sektor riil) akan menyerap pengangguran yang ada. Administrasi birokrasi harus seefesian mungkin. Jangan jadikan biriksasi yang bertele-tele membuat pengusaha jadi enggan dalam memulai suatu usaha. Apalagi cara ini akan meningkatkan biaya produksi perusahaan.
     Kedua, meningkatkan kemampuan kerja. Pengangguran di Indonesia disebabkan salah satunya karena kemampuan tenaga kerja (skill) kita yang rendah. Untuk hal ini pemerintah harus terus menjaga kualitas pendidikan dan pelatihan yang baik. Kejadian Ujian Nasional di beberapa daerah menjadi pelajaran yang amat berharga untuk mengevaluasi kembali apakah kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita.
  Masih banyak lagi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk menekan angka pengangguran. Yang perlu selalu di ingat adalah pengangguran sangat dekat dengan kemiskinan. Dan kemiskinan pasti akan menyimpan potensi konflik yang besar.

3.    SOLUSI UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN PENGANGGURAN DI INDONESIA

Saya berusaha untuk memberikan solusi guna mengatasi pengangguran yang ada di Indonesia dengan berbagai cara. Diantaranya Cara mengatasi pengangguran adalah:
1.      Memperluas kesempatan kerja
Menurut saya, kesempatan kerja dapat diperluas dengan dua cara, yaitu:
a)    pengembangan industri, terutama jenis industri yang bersifat padat karya (yang dapat menyerap relatif banyak tenaga kerja).
b)    melalui berbagai proyek pekerjaan umum, seperti pembuatan jalan, saluran air, bendungan dan jembatan.
2.      Menurunkan jumlah angkatan kerja
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan jumlah angkatan kerja, misalnya program keluarga berencana, program wajib belajar dan adanya pembatasan usia kerja minimum.
3.      Meningkatkan kualitas kerja dari tenaga kerja yang ada, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan keadaan. Banyak cara yang bisa dilakukan, seperti melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, kursus, balai latihan kerja, mengikuti seminar dan yang lainnya, atau dengan:
a.    Cara mengatasi Pengangguran Friksional dan Sukarela:
·         Proyek Padat Karya
·         Menarik Investor baru
·         Pengembangan transmigrasi
·         Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM.
b.    Cara Mengatasi Pengangguran Konjungtural:
·         Meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pasar menjadi ramai dan akan menambah jumlah permintaan.
·         Mengatur bunga bank agar tidak terlalu tinggi sehingga investor lebih suka menginvestasikan uangnya
c.    Cara Mengatasi Pengangguran Struktural:
·         Menyediakan lapangan kerja baru
·         Pelatihan tenaga kerja
·         Menarik investor.
d.    Cara Mengatasi Pengangguran Musiman:
·         Pelatihan ketrampilan lainnya.
·         Menginformasikan lowongan pekerjaan yang ada di sektor lain.
e.    Cara mengatasi pengangguran Deflasioner:
·         Pelatihan tenaga kerja.
·         Menarik investor baru.
f.     Cara Mengatasi Pengangguran Teknologi:
·         Mempersiapkan masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dg cara memasukkan materi kurikulum pelatihan teknologi di sekolah.
·         Pengenalan teknologi sejak dini.
·         Pelatihan tenaga pendidik untuk penguasaan teknologi 

Bab III

Penutup

A.   Kesimpulan

     Pengangguran ada karena jumlah populasi yang setiap saat bertambah dengan pesat tanpa ada keseimbangan antara lahan untuk mencari kerja dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah. Pengangguran tak pernah lepas dari negara yang sedang berkembang.
Jika pemerintah tidak cepat menanggulangi masalah kemiskinan in maka akan timbul banyak kemiskinan, timbulnya gangguan keamanan, terjadi kekacauan politik, menganggu pertumbuhan dan gangguan ekonomi dan lain-lain.

B.   Saran

     Sebaiknya pemerintah lebih tanggap menanggulangi masalah kemiskunan ini, banyak cara untuk menanggulanginya seperti yang ada di dalam makala ini akan tetapi itu tergantung pemerintah itu sendiri.

Datar Pustaka

  http://www.suarapembaruan.com/News/2004/09/07/Editor/edit02.htm
  http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2001/07/21/0018.html
  http://google.com
  http://id.answers.yahoo.com

Nostalgia Tahun '90an

2 comments


    Hanya sekedar share betapa menyenangkanya masa kecil kita yang ada di zaman ‘90an :D
Mungkin kalau kita ingat ingat dulu waktu kita kecil akan tersenyum bahkan tertawa betapa lugu dan konyol waktu kita kecil dulu. Maka dari itu saya ingin mengajak teman teman sekalian untuk bernostalgia, here we goo!!

Mesin dindong. Siapa yang gatau mesin dindong? Yaa yang itu yang kalau kita pijit bunyi bunyi, kalau maininnya pake koin, kadang kalau kehabisan koin kita iseng iseng nyari ke mesin dindog lain dan berharap ada koin yang ketinggalan, ga jarang juga yang maksa nendangin mesin dindong supaya koinya keluar (don’t try this at home!!) -__-“

Monopoli, nah  yang satu inimasih ada jaman sekarang tapi sudah jarang di maenin. Padahal seru loh kapan lagi bisa menjarain orang terus beli rumah dan apartemen banyak banyak :D

Tamiya, kalau yang satu ini kebanyakan cowo yang main, kadang kalau udah maen tamiya ini gw pribadi ampe dicariin nyokap ke tempat trek trekan haha padahal disana kaga maen Cuma liatin doing *kesian banget idup gw -,-*

TAZOS, siapa yang gapernah maenin tazos itu adalah anak termalang sejawa-bali, siapa yang ga inget kalau mau beli tazos ini harus beli Chiki, ama Chitato dulu. Dan ga sedikit anak yang beli Chiki cuman ngambil tazosnya doang, udah dapet chikinya di buang -__-

Wartel dan TU, ini sangat berperan penting dalam hal percintaan, kalau ga ada wartel kita ga bisa PDKTan ama gebetan :p kadang ngabisin recehan cumin buat nelponin gebetan pake Telepon Umum.

Sepatu, waktu dulu sengaja beli sepatu sekolah yang ada lampu di belakangnya yang kalau kita jalan bisa nyala nyala haha iyaa itu PRO ATT :D

Ngumpulin kertas file yang unyu unyu, terus tuker tukeran gitu ama temen kalau ada yang kembar

Ada gossip pulpen narkoba, yang atasnya ada jelnya yang wanginya kebangetan terus katanya kalau di jilat manis. Dan ternyata pas gw coba jilat ternyata pait dan keesokan harinya gw diare dan mencret mencret :?

Mandi di sungai, jaman 90an masih banyak tuh anak anak mandi bareng bareng di sungai, bareng temen, bareng temen sekolah, bareng  temen ngaji, bareng ibu yang lagi nyuci di kali, bareng ayah yang lagi mandiin kebo, bareng abang yang lagi boker K

Beli YOSAN, beli permenkaret cuman nyari hurufnya supaya dapet sepedah ama nitendo nyusun huruf jadi Y – O – S – A – N tapi dari jaman firaun ngojek pake sendaljepit sembari bawa gallon ampe sekarang gapernah nemu hurif N nya.

Jadi artis dadakan, ngerasa kurang gaul aja kalau belum ngisi “My Biodata” di diary temen, yang wajib ada kamut atau biasa disebut kata mutiara, hobi, citacita, alamat, pesan dan kesan, terus kalau ada form “pesen” disinya kalau ga pesen miayam ya pesen minuman, *salah focus*

   Sebenernya masih banyak nih kenangan kenangan manis masa kanak-kanak, tapi kalau di terusin ini blog ga bakalan beres ampe gw wisuda. Ya intinya sih masa anak-anak itu seharusnya banyak di gunakan untuk bermain hal hal yang meningkatkan kreatifitas, jangan seperti anak jaman sekarang  kecil kecil sudah disuguhi dengan sinetron-sinetron dan acara acara alay yang kurang mendidik.